“Slumdog Millionaire”: Berjaya di Oscar
Sudah baca subyektifitas saya tentang film ini? Jadimenurut saya sangat wajar deh kalau film ini dapat penghargaan Oscar cukup banyak. Moment ini mengingatkan saya akan momen film Asia yang berjaya di Oscar beberapa tahu lalu. Siapa yang tak ingat film keren “Running Tiger, Hidden Dragon”?
Tidak tanggung-tanggung,8 piala Oscar disabet oleh film berbudget rendah ini. Layaknya juara umum saja ya, karena total kategori Oscar berkisar angka duapuluhan.
Ke delapan penghargaan tersebut adalah menjadi yang terbaik untuk Sinematografi, sound Mixing, Editing, Original Music Score, Original Music Song, Sountrack, Sutradara dan Film terbaik. Konon film ini memang telah masuk dalam prediksi tertinggi dalam daftar nominasi peraih Oscar. Dan itu juga tidak mengagetkan karena film ini telah juga melanglang buana sebelum masuk Oscar dan meraih beberapa penghargaan lain di beberapa festival film, seperti penghargaan Poeple’s Choice Award di Toronto, dll.
Film ini juga dianggap menyegarkan tema “mood” pemenang Oscar beberapa tahun sebelumnya yang hampir selalu bertema “gelap” seperti “No Country for Old Men”, “The Departed” dan “Crash”.
Yang menarik pada malam penghargaan Oscar tersebut adalah tidak hanya kru dan dan pemain utama Slumdog yang hadir tapi juga anak-anak para pemeran masa kecil sang tokoh utama, yang notabene adalah anak-anak yang di kasting dari area kumuh dan benar-benar menjalani hidup sebagai komunitas marginal di India.
Mungkin seperti layaknya anak-anak pemain Laskar Pelangi kali ya? Anak-anak pemain Slumdog ini mengalami hidup yang berubah drastis. Dari hidup di jalanan atau di daerah kumuh kemudian berubah menjadi bintang yang tidak hanya dielu-elukan penggemar film di India, tapi juga mungkin di seluruh dunia. Apalagi semenjak film ini merajai Oscar. Anak-anak ini disambut dengan antusias oleh para tetangga dari komunitas asli mereka, menjadi sasaran juru foto sejak dari rumah berangkat menuju Hollywood hingga kembali ke India. Tidak hanya di panggung, namun juga di bandara hingga kembali ke rumah. Lihat foto-foto di bawah, beserta para pemain lain yang sudah lebih senior:
Hmm…lepas dari semua euphoria dimana saya juga ikut di dalamnya (hehehe…) saya tetap masih punya ganjalan, “Kapan ya Indonesia bisa punya film yang berbicara di Oscar?”
















