Congratulation To The Winners of IIWC Essay Competition 2009
(ini saya tulis pada tanggal 11 januari 2009)
Ya, akhirnya tugas itu selesai juga. Ternyata benar dugaan saya, ada jagoan terbaik masing-masing juri yang memang tidak masuk tiga besar. namun ternyata pada essay yang lain kami punya kesepakatan. namun memang setelah di total hasilnya diluar dugaan. apalagi setelah kami tahu siapa yang menulis ternyata ada yang kami kenal, meski bukan member IIWC. hahahaha…teman sendiri. tapi ini tidak KKN sama sekali, karena juri menerima dan menilai naskah dengan “buta”. hanya di beri identitas oleh panitia dengan kode tertentu yang hanya panitia pegang arsipnya. logikanya, kami, juri bukanlah panitia dong!! Jadi, mene ketehe kalau ternyata finalisnya ada yang teman sendiri. hehehe…
Inilah finalis Essay Competition IIWC 2009, secara acak: Sheilla Zaitun, Luluk Q.A, dan Ary Ardyani. Keunikan kasat mata ketiga finalis ini adalah semuanya perempuan, semuanya dari Semarang dan herannya tak ada satupun dari finalis ini yang member, padahal member IIWC di seluruh Indonesia dibebaskan mengikuti event ini. Hmm..usut punya usut bukannya member tidak ada yang ikut, tapi lebih karena memang tidak ada yang lolos. bukan pula karena tidak bagus, tapi karena memang pada 5 - 7 naskah terbaik selisih nilainya tipis sekali. inipun baru saya ketahui setelah ada member yang mengaku mengirim naskah tapi tidak masuk.
kembali pada acara final, para peserta diminta mempresentasikan esai masing-masing yang diikuti dengan sesi tanya jawab. dengan dua kategori penilaian yaitu teknis presentasi dan konten yang kontekstual dengan esai masing-masing. sistem penilaian dua kategori itupun berbanding 1 : 2, demi menjaga konsistensi bentuk lomba yaitu lomba esai. selain itu sesi final ini juga dilaksanakan untuk meyakinkan juri meranking esai sesuai kualitas masing-masing.
Menarik sekali menilai dua tahap final ini. karena juri bisa saja berbalik terpancang pada presentasi dan bukan esai bertema khusus ini. Mengapa? karena ada peserta yang presentasi tidak sebaik esai yang ditulis dan sebaliknya. atau bahasa inggris tulisnya lebih baik daripada bahasa inggris percakapan dan sebaliknya. yang saya lihat variabelnya macam-macam, grogi yang berpengaruh pada manajemen waktu saat presentasi atau berpengaruh pada saat menjawab pertanyaan juri yang mungkin tidak terduga. Apalagi ada diantara peserta yang mengaku baru pertama kali presentasi dalam bahasa inggris dalam waktu yang cukup lama pula. Atau karena terlalu pede justru membuatnya kepleset ngomong. Hehehe….
Hmm…apapun itu, hasil akhirnya adalah:
Selamat untuk para pemenang, semoga semangat voluntary service bisa terbangun terus sejak menjadi member IIWC dengan menjadi juara dalam event ini. Welcome to the beatiful jungle!!
“I don’t know what your destiny will be , but one thing i do know: the only ones among you who will be really happy are who have sought and found how to serve”
Ps. saya merekomendasikan lomba ini untuk diadakan lagi tahun depan dengan harapan menemukan standar esai yang lebih meningkat dan begitu seterusnya.









January 13th, 2009 at 10:01 pm
mb’metta, ni luluk, hehe,, akhirnya berkunjung ke blog mba… nge-link dari punya kak gigih nih. Hihihi, ada foto saya, jadi enak…
wah, seru juga bisa tau ‘isi hati sang juri’. Gitu yah, ternyata… Hadoh, saya suka mual klo inget penampilan kacau saya. well, masih banyak waktu buat belajar. termasuk belajar sama mba