Hari Aids Sedunia 2008 di Semarang

Tarian Soranbusi oleh relawan multikultur IIWC di Hari AIDS Sedunia

Tarian Soranbusi (Jepang) oleh relawan multikultur IIWC di Hari AIDS Sedunia 2008. Videonya menyusul yaaa...

Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai hari AIDS Sedunia atau dalam bahasa Inggris International AIDS Day. Saya kebetulan dimintai teman-teman dari AIDS Camp yang beraktivitas di kompleks lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, untuk memotret acara puncak, yang diprakarsai oleh LSM ASA (AKsi Peduli AIDS) yang juga tidak jauh dari induk organisasi kami yaitu Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Acara yang disponsori diantaranya Griya ASA, ASA, KPA, Marimas, Pertamina, dll itu adalah merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan hari AIDS sedunia yang sudah tentu tak kan dilewatkan oleh eman-teman aktivis di bidangnya. Rangkaian acara tersebut adalah pengumpulan tanda tangan dari khalayak umum dalam sebuah kartu yang menyatakan kesediaan untuk bersama-sama setidaknya “aware” tentang penyakit ini. Sebagai ucapan terimakasih, teman-teman relawan membagikan bunga-bunga tanda kampanye simpatik Anti AIDS. Yang ini diselenggarakan di kompleks Mall Simpang Lima. Kemudian pada tanggal 1 Desember pagi, diadakan juga kegiatan serupa di lampu merah Kalibanteng.

Nah, puncaknya adalah kembali di atrium mall Ciputra Land di Simpang Lima dengan bentuk panggung terbuka untuk menarik perhatian pengunjung.
Berbagai acara seni dan budaya, mulai dari pertunjukan musik akustik, live band, modern dance, teater dan pertukaran budaya digelar. IIWC yang memang menjadwalkan kegiatan AIDS Work Camp bekerja sama dengan ASA, juga tidak mau ketinggalan dong!

Dengan diwakili tiga orang campers yaitu Ismi (Indonesia, camp leader), Ann (Australia), dan Haruka (Jepang) plus tiga orang relawan IIWC sekaligus anggota AMSA (apa ya singkatannya? tapi ini semacam organisasi mahasiswa kedokteran gitu deh!) yaitu Indri, Aryo dan Seto, mereka menampilkan sebuah tarian Jepang yang menyimbolkan hasil kerja keras para nelayan Jepang. Nama tarian tersebut adalah Soranbusi.

Inilah spesialisasi IIWC, yaitu pertukaran budaya. Tidak melulu diartikan literal bahwa budaya indonesia dan budaya asing harus bergantian dipertunjukkan, tapi ini tentang menghargai perbedaan. Maka ditunjukkan dengan penampilnya yang multi bangsa dan diikuti dengan menarik beberapa penonton ke atas panggung belajar bersama tarian ini.

Hmm…unik nih, kenapa tarian ini yang dipilih? Simpel saja, karena tarian ini akan menjadi daya tarik bagi penonton yang notabene orang indonesia semua, dan kedua karena mudah ditarikan bahkan oleh mereka yang bahkan tidak tahu menahu tentang tari ini sekalipun.

Dan sepengetahuan saya memang begitulah adanya. Para relawan ini berlatih di sela-sela kesibukan outreach lapangan pada dua hari sebelumnya dan hanya dua kali. Langsung manggung! Hasilnya? Luarrrr biasaaaaa…..! Flawless perfomance! Dan sepertinya inilah penampilan (yang sepanjang saya menonton) memang paling unik! Hmm…sayang, kami tidak bisa menunggu penampilan teater Emka, mungkin penampilan mereka juga nggak kalah unik.

Eniwei, meski sedikit telat, namun karena tarian ini diulangi dua kali di panggung, saya jadi bisa menuntaskan janji saya mendokumentasikan penampilan teman-teman. Seperti salah satunya foto di atas. Mungkin videonya akan saya upload juga. Tapi tunggu rilis staff ya…

Salam

Metta Dian



3 Responses to “Hari Aids Sedunia 2008 di Semarang”

  1.   kyoudai Says:

    Wah wah wah sip tenan.. Sayange aku ora iso melu..
    Btw mbak Ismi keren banget yak, posenya. Hehe

  2.   bird-on-a-wire Says:

    ^selamat atas acaranya, sayang aku nggak bisa ikutan, thanks liputannya, metta^

  3.   uda aat Says:

    wah sayang aq gk bisa ikut…

Leave a Reply