Lumayan, Dapat Penghargaan dari Sayembara Menulis Cerpen Femina 2008

Wuiiiih…

Siapa sangka dapat penghargaan dari Femina dalam Sayembara Menulis Cerpen Femina 2008. Saya mengirimkan salah satu koleksi cerpen saya ke majalah ini tanpa target apa-apa, karena kesadaran diri akan kualitas, yaaah…siapa sih saya? Juga dengan kemungkinan naskah yang saya kirim akan terlambat sampai di meja redaksi karena ketika saya kirim via pos hanya tinggal H-2 dari batas pengiriman, belum lagi setelah saya baca ulang cerpen saya, setelah saya kirimkan, tiba-tiba saya merasa tulisan itu jelek sekali.

Dan akhirnya saya memutuskan untuk setidaknya berharap dapat kritikan dari redaksi Femina, bahwa cerpen saya perlu dirombak sana-sini supaya lebih bagus dan lebih layak muat. Saya pikir itu saja sudah bagus, karena berarti ada yang perhatian pada cerpen tua itu yang memang tak pernah saya keluarkan dari kotak karya saya. Tak ada harapan untuk dimuat, apalagi dapat penghargaan.

Namun kurang lebih 2 minggu lalu, saya mendapat telepon mbak Eka yang mengaku dari Femina dan memberitahukan bahwa cerpen saya terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan sayembara tersebut. Maaf, saya sempat tidak percaya bahkan mengira itu adalah salah satu modus penipuan, karena saya juga diminta segera mengirimkan nomor rekening untuk katanya transfer uang hadiah yang berhak saya terima. Sejujurnya, saya langsung berkonsultasi dengan sahabat saya yang juga penulis, RK. Bukan jawaban yang saya dapat, malah dia bikin saya pusing karena lebih banyak hanya merasa kaget dan berkata, “really? really? really?” atau “what? what? you win? one of the winners?i’m happy for you! I’m proud of you!”

Haduh! Sungguh saya pusing dibuatnya. Tapi akhirnya dia menelpon balik dan memberikan kelegaan buat saya dengan jawaban (katanya setelah kroscek pada teman-temannya yang lain) yang sedikit menenangkan saya, bahwa kemungkinan pengumuman telepon itu benar adanya, dan setidaknya saya tidak rugi apa-apa kalau toh itu hanya bercandaan. Hmm…benar juga, lagi-lagi saya berpikir, siapa sih saya, berani-beraninya berpikir bisa jadi salah satu pemenang sayembara menulis.

Hingga baru hari selasa lalu saya iseng cek website femina (iseng aja karena memang saya suka baca beberapa artikelnya) dan ternyata memang justru menemukan nama saya ada di pengumuman pemenang sayembara itu! Sudah pasti saya bukan berada di posisi juara pertama, tapi buat saya juara penghargaan itu sudah lebih dari cukup untuk memotivasi saya agar menulis lebih baik lagi. Terima kasih Femina! Terima kasih juga buat teman-teman yang selalu dukung saya, terutama RK dan dokter Oka karena merekalah yang kasih masukan dalam revisi cerpen ini.

Salam Metta Dian

Pengumuman lengkapnya ada di sini



6 Responses to “Lumayan, Dapat Penghargaan dari Sayembara Menulis Cerpen Femina 2008”

  1.   -riNa- Says:

    Selamat!
    Kebetulan saya juga ikut sayembara yang sama dan kebetulan tadi baru saja lihat pengumumannya, tapi ya nggak menang. Dan siapa nyana pas googling cari lomba cerpen lain malah ketemu blog Anda ini.

    Sekali lagi, congrats ya!…^_^

  2.   kyoudai Says:

    Mbak metta congrats!!
    He finally I left in a comment.

    Mau baca cerpennya ah.

  3.   Tary Thewlis Says:

    ^selamat ya metta … kamu emang jagoan, ayoo semangat menulis!!!^

  4.   uda aat Says:

    wah siapa dulu donk adeknya..
    hehehhehehe

    selamat ya kak metta….

    apa aku pernah baca cerpen mu???

  5.   metta dian Says:

    Terimakasih teman-teman…
    @ Rina : terimakasih dan salam kenal ya. yuk lanjuttt….
    @ kyoudai: yeah…finally, a comment….hehehehe. good luck for your next project.
    @ Mb Tary: aih…mbak tary juga berbakat menjadi penulis loh… jadi mbak tary juga bisa!
    @ Aat: dek, kamu mana pernah baca tulisan2ku. yang ada kita berdua mendingan yoga daripada baca. hahaha…sukses!

  6.   Rainie Says:

    Wah, selamat, yah untuk para pemenang^^
    Aku ada ikut lomba cerpen dan cerber Femina, tapi nda ada satu pun yang menang…
    Awalnya, sih, aku kecewa, tapi aku ingin berusaha lagi yahun 2009 ini^^
    Soalnya yang tahun lalu itu, cerita yang aku kirim nda sesuai dengan Femina…
    Aku lebih nulisnya pada kehidupan kampus gitu… Ditambah lagi pemeran utamanya, aku pake seorang cowo…
    Aduuh, kecewa aku T_T

Leave a Reply