Lebaran di Solo : Terimakasih Teman-Teman
Dua hari lalu, tepatnya pada hari Kamis hingga Jumat tanggal 9 – 10 Oktober 2008 saya pergi ke Solo untuk bernostalgia. Waktunya pas sekali dengan kedatangan Yuko, salah seorang sahabat yang sedang kembali ke Indonesia, dalam hal ini Solo, untuk tujuan yang sama. Dia datang untuk mengunjungi sebuah panti asuhan di mana dia pernah mendedikasikan diri sebagai guru bahasa Inggris dan bahasa Jepang di sana. Sedang saya untuk berlebaran saja. Itung-itung sudah setahun lebih saya tak jumpa dengan teman kuliah, jaman ngedan. Hehehe…
Momen lebaran memang pas sekali untuk saling berkunjung. Setidaknya itu bisa saya jadikan alasan untuk ‘memaksa’ bertemu dengan teman-teman lama saya. (Hmm…ternyata saya masih menjadi bagian dari tradisi juga rupanya). Namun ternyata tetap saja tak semudah yang saya inginkan. Karena kebanyakan teman sudah mulai masuk kerja, atau malah masih bolos kerja alias masih mudik, tidak ada di Solo. Waduh! Kalaupun ada yang bisa semuanya punya waktu yang berbeda sehingga agak susah bertemu dengan mereka padahal waktu saya tidaklah panjang. Mana saya berjanji pada Yuko untuk juga meluangkan waktu bersamanya. Kapan lagi ketemu dia, belum tentu setahun sekali karena hari Jumat sore sudah harus balik ke Denpasar untuk terbang kembali ke Jepang.
Bekal semangat saya tidak berkurang meski tidak semua teman bisa dijumpai. Kamis pagi saya sampai Solo naik motor, sendirian dari Semarang saya tempuh kurang dari dua jam. Mungkin lebih tepatnya, pinjam istilah Dimas, “Metta mabur numpak motor.”
Akhirnya saya bisa bertemu dengan anak-anak PAY Mardhatillah, Didit, Anto, Tanu, Upik, Sisca, dkk. Yang semuanya adalah teman-teman paling gila yang pernah saya temui. Maklum orang gila memang hanya bisa berteman dengan orang gila kan? Itu kata mereka! Hihihihi…
Saya juga numpang tidur di rumah RK. Dan seperti biasa, selain bertemu dan ngisengin adik-adik RK, pasti ngobrol dengan mama. Mulai tentang film diving, Laskar Pelangi, SBY, kue lebaran, hingga khas ibu-ibu yaitu gosip! Yang tergres dan lagi seru-serunya nih: Paramitha Rusady! Saking serunya sampai Yuko yang juga sempat bertemu mama RK jadi ikutan ngegosip.
Saya jadi ingin berterimakasih nih. Pada tim sukses yang membuat saya merasa welcomed back to Solo. Sekali lagi Didit dan Anto. Terimakasih waktunya yang meski sebentar tapi mengenyangkan perut. Mau sate ayam lagi di dekat kampusss!! Yuda yangcuma titip salam dari Jepang lewat telepon. Trio Donald (Tanu, dkk) makasih sudah berlebaran dengan cara yang aneh, “menyerbu” rumah mas Adides sampai tengah malam!! Untuk itu terimakasih juga pada mas Adides dan mbak Utamiyang tetap senyum dan segar pas kita ke sana saat jam tidur. Hehehe…nggak kapok kanmas, mbak? Bambang yang meski cuma beberapa menit bertemu untuk minal aidinan dan mengirim titipan dari Erva. Cihuy, dapat kopi Pontianak lagi! Makasih ya Erva tayank, Bambang juga deh! Hehehe…
Dan tentu saja mama RK, Dipa ndut dan Indra yang selalu menerima saya dengan tangan terbuka. Untuk teman-teman yang lain yang sudah kontak tapi tetap tak bisa ketemu seperti Diar, Tia, Miss Fajar dari SIS, ibu Taurat, mbak Sri dan keluarga, dll. Ikhlaskan saja waktu yang sudah lewat…hehehe…kayak apaan gitu! Yang lain-lain, maafkanlah jika suatu hari mendengar berita ini tapi mungkin terlewatkan karena saya tidak sempat mengabari. Mumpung masih lebaran jadi semoga masih mempan minal aidin-nya.







