WANTED: CONTRIBUTORS for CHANGE !!!

November 26th, 2009 Tagged , , , ,

Temans,

Ini cross posting dari kotak pesan di facebook saya, kali aja ada yang tertarik:

Change Magazine adalah majalah untuk remaja yang menginginkan perubahan. Banyak anak muda yang punya kepedulian terhadap dunia sekitarnya, dan dengan cara mereka masing-masing telah membuat perubahan melalui kreatifitas-kreatifitas yang mereka miliki. Change Magazine ingin menjadi media yang menemani anak muda semacam ini. Change Magazine mengangkat permasalahan sosial, kebudayaan, politik dan gaya hidup dengan ringan, dengan sudut pandang khas anak muda. Santai tapi logis, kritis dan komunikatif menjadi karakter setiap tulisan Change.

Kini, Change mengundang temen-temen untuk mendaftar menjadi Kontributor Tetap yang bisa terlibat aktif untuk menulis di Change Magazine. Selain menulis, kontributor tetap juga bisa menjadi agen perubahan dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seru bikinan Change seperti workshop, roadshow ke SMA & kampus, atau sekedar diskusi bareng. Buat kamu yang mau berperan sebagai “Agent of change” di lingkungan atau komunitas kamu, langkah ini bisa jadi titik awal.

Kriterianya adalah:

  1. Berumur 16-24 tahun
  2. Senang menulis dan berorganisasi.
  3. Punya jiwa kerelawanan yang tinggi
  4. Senang isu-isu soal anak muda dan punya kepedulian sosial yang tinggi.
  5. Berani menjadi agen perubahan dilingkungannya.
  6. Mengirimkan contoh tulisan yang pernah dibuat (diutamakan tulisan yang bergaya serius tapi santai).
  7. Bersedia untuk mengikuti workshop kontributor yang akan diadakan pada tanggal 10-13 Desember 2009 di luar Jakarta.

Kirimkan biodata atau CV kamu beserta dengan contoh tulisan ke redaksi@majalahchange.com paling lambat 5 Desember 2009
Aquino atau Afra di 021-83702005

Nantinya akan dipilih 10 calon kontributor yang akan mengikuti proses wawancara pada tanggal 7-8 Desember 2009 untuk nantinya dipilih 5 Kontributor yang akan mengikuti workshop penulisan pada tanggal 10-13 Desember.

Siap untuk bikin Perubahan? Ayo gabung di Change Magazine

Bookmark and Share
The End

Puisi Terakhir Rendra

August 21st, 2009 Tagged , , , ,

Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal

Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar

Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi

Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah

Tuhan, aku cinta padamu

Rendra
31 July 2009

Puisi di atas diambil dari milis tetangga, sebuah puisi yang konon ditulis terakhir kali oleh Rendra dalam kondisi sakit. Puisi di kirim oleh seorang mitra keluarga, Rahmad Ibrahim.

RIP W.S. Rendra

Bookmark and Share
The End

TITIPAN ILAHI

August 21st, 2009

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan  milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ….. semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah ….. keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,  dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Ya Rabb,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,  bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra)

Bookmark and Share
The End